Tahun 1937, pada saat pasukan Jepang berhasil menaklukkan kota Shanghai tujuan berikutnya adalah kota Nanking. Pada saat itu penduduk Nanking sudah tahu bahwa tentara Jepang brutal dan jahat. Orang – orang asing dan penduduk Nanking yang kaya dengan mudah meninggalkan Nanking. Tetapi di belakang mereka, orang – orang yang kurang beruntung dengan cemas dan pasrah hanya dapat menghitung hari kedatangan pasukan Jepang.
Pasukan Jepang yang dikirim mempunyai satu tujuan, membumihanguskan Nanking beserta penduduknya. Pada saat itulah sekelompok orang asing yang tergugah hati nuraninya mendirikan suatu zona aman bagi penduduk Nanking. Mereka berasal dari bangsa dan latar belakang yang berbeda, tetapi disatukan oleh satu tujuan, menyelamatkan sebanyak mungkin penduduk Nanking. Orang – orang asing ini mendirikan Komite Internasional untuk Zona Aman Nanking (The International Committee for Nanking Safety Zone). Mereka adalah John Rabe, Lewis S. C. Smythe, Minnie Vautrin, John Magee, Eduard Sperling, Ernest Forster, George Ashmore Fitch, James McCallum, Miner Searle Bates, P.R. Shields, Robert O. Wilson. Selama peristiwa “Nanking Massacre” dan “Rape of Nanking”, zona aman ini setidaknya telah menyelamatkan nyawa 250.000 penduduk Nanking.
Ada sekelunit cerita menarik dari salah seorang anggota komite ini yaitu John Rabe. John Rabe sendiri adalah simpatisan partai Nazi. Status beliau pada waktu itu adalah karyawan Siemens AG. Setelah beliau kembali ke Jerman, beliau berencana menulis surat kepada Hitler dan menceritakan apa yang diperbuat oleh orang – orang Jepang di Nanking. Tetapi sebelum niat itu terlaksana beliau sudah diciduk oleh Gestapo dan surat beliau tidak penah sampai ke Hitler. Tetapi atas campur tangan Siemens AG beliau akhirnya dibebaskan. Namun nasib malang rupanya masih melingkupi beliau. Jerman akhirnya kalah perang dan beliau kembali diangkap oleh tentara merah Russia. Memang pada akhirnya beliau dibebaskan juga, tetapi saat itu beliau menjalani kehidupan serba kekurangan. Ketika kabar mengenai beliau tedengar sampai ke Pemerintah China, Pemerintah China kemudian mengirimi beliau parcel untuk memenuhi kebutuhan beliau sebagai rasa terima kasih atas jasa – jasa beliau.
Salah satu kesalahan besar dalam perekrutan tentara Jepang adalah yang direkrut kebanyakan adalah petani, bukan tentara yang berlatar belakang samurai. Hasilnya, ada tentar Jepang yang memperkosa perempuan, menebas leher orang tak bersalah, dsb. Sebab tentara yang berjiwa Samurai takkan melakukan demikian.
Ini kata orang Jepang.
Salam kenal Mr. doonukuneke. Wah ga tau juga yaaa. Emang susah juga kalo kaya gini. mana ada yang mo ngaku. Sekalinya ngaku juga dikecil – kecilin.