Friday, 31 October 2008 by piterk
“Mokusatsu”. Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata ini? Kue jepang atau upacara tertentu? Bukan, kata “mokusatsu” mempunyai dua arti, yang pertama adalah “belum dapat berkomentar” dan yang kedua adalah “menolak”
Kata “mokusatsu” ini adalah salah satu penyebab serangan bom atom di Nagaski dan Hiroshima pada akhir perang dunia II. Setelah kekalahan Jerman di Eropa, pemerintah Amerika Serikat, kerajaan Inggris dan Republik China mengirimkan pesan agar Jepang menyerah. 27 Juli 1945 kabinet Jepang mengeluarkan pernyataan “Mokusatsu” atas permintaan sekutu. “Mokusatsu” disini berarti “belum dapat berkomentar”. Situasi dalam pemerintahan Jepang sendiri pada waktu itu kebanyakan politikus ingin mengakhiri peperangan ini. Namun, pihak militer tidak menginginkan penyerahan tersebut dan beriskukuh untuk melanjutkan perang. Dan ironisnya, pihak militer inilah yang paling kuat suaranya di pemerintahan.
Masalah muncul ketika pihak sekutu mengartikan kata “mokusatsu” tersebut sebagai penolakkan. Pada tanggal 6 Agustus 1945, Presiden Truman mengumumkan bahwa pemerintah Jepang menolak tuntutan sekutu untuk menyerah dan memerintahkan pemboman dengan bomb atom atas Hiroshima. Keinginan untuk menggunakan bomb atom sangat kuat. Salah satu alasannya adalah pemerintah Amerika Serikat ingin menunjukkan kepada rakyatnya apa hasil dari pajak yang selama ini mereka bayar. Apalagi belum lama berselang USS Indianapolis yang pernah membawa bomb atom dikaramkan.
Ironis sekali, misintepretasi sebuah kata menjadi bencana dahsyat. Benar – benar sangat disayangkan ketika itu tidak dilakukan konfirmasi balik. Andaikan waktu itu diadakan konfirmasi balik, tragedi Hiroshima dan nagasaki belum tentu terjadi.
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Tuesday, 28 October 2008 by piterk
Sekarang g udah beli motor, Jadi kemana – mana sekarang naik motor
. Untuk ke tujuan tertentu emang lebih murah sech dari angkot n ojek. Tapi klo kejauhan tetep naik bis ;D. Selama g naik motor banyak banget yang g alami.
Pertama, memang orang Jepang pada jaman dulu dikenal tidak takut mati. Tetapi sekarang gelarnya sudah direbut oleh orang Indonesia
. Astaganaga, ketika g dari Ciputat ke Bogor, beberapa kali g menemui motor dengan kecepatan tinggi melewati g dan agak keluar dari jalurnya, plus ga pake helm lagi. Waduh mas dan mbak, kepalanya lebih keras dari aspal ya. Sekalinya g pernah liat biker pake helm full face tapi…. helmnya hanya dicantol aja untuk menutupi rambut. Bahkan mukanya tidak terlindung sama sekali. Buat apa beli helm mahal – mahal mas kalo gitu, pake topi aja :p
Trus, hal kedua adalah, makin bagus motornya makin tertib jalannya. Contohnya pengendara tiger apalagi yang dilengkapi box givi. Tertib bung, mungkin takut motor sama boxnya lecet ya :p Sementara untuk pemilik bebek – bebek taon jebot mah udah ga sayang motor lagi. Emang hukum ini ga selalu tapi kebanyakan gitu lho ;D.
Gitu dulu aja sech. Nanti klo ada lagi g akan tambahin
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Wednesday, 13 February 2008 by piterk
Tahun 1937, pada saat pasukan Jepang berhasil menaklukkan kota Shanghai tujuan berikutnya adalah kota Nanking. Pada saat itu penduduk Nanking sudah tahu bahwa tentara Jepang brutal dan jahat. Orang – orang asing dan penduduk Nanking yang kaya dengan mudah meninggalkan Nanking. Tetapi di belakang mereka, orang – orang yang kurang beruntung dengan cemas dan pasrah hanya dapat menghitung hari kedatangan pasukan Jepang.
Pasukan Jepang yang dikirim mempunyai satu tujuan, membumihanguskan Nanking beserta penduduknya. Pada saat itulah sekelompok orang asing yang tergugah hati nuraninya mendirikan suatu zona aman bagi penduduk Nanking. Mereka berasal dari bangsa dan latar belakang yang berbeda, tetapi disatukan oleh satu tujuan, menyelamatkan sebanyak mungkin penduduk Nanking. Orang – orang asing ini mendirikan Komite Internasional untuk Zona Aman Nanking (The International Committee for Nanking Safety Zone). Mereka adalah John Rabe, Lewis S. C. Smythe, Minnie Vautrin, John Magee, Eduard Sperling, Ernest Forster, George Ashmore Fitch, James McCallum, Miner Searle Bates, P.R. Shields, Robert O. Wilson. Selama peristiwa “Nanking Massacre” dan “Rape of Nanking”, zona aman ini setidaknya telah menyelamatkan nyawa 250.000 penduduk Nanking.
Ada sekelunit cerita menarik dari salah seorang anggota komite ini yaitu John Rabe. John Rabe sendiri adalah simpatisan partai Nazi. Status beliau pada waktu itu adalah karyawan Siemens AG. Setelah beliau kembali ke Jerman, beliau berencana menulis surat kepada Hitler dan menceritakan apa yang diperbuat oleh orang – orang Jepang di Nanking. Tetapi sebelum niat itu terlaksana beliau sudah diciduk oleh Gestapo dan surat beliau tidak penah sampai ke Hitler. Tetapi atas campur tangan Siemens AG beliau akhirnya dibebaskan. Namun nasib malang rupanya masih melingkupi beliau. Jerman akhirnya kalah perang dan beliau kembali diangkap oleh tentara merah Russia. Memang pada akhirnya beliau dibebaskan juga, tetapi saat itu beliau menjalani kehidupan serba kekurangan. Ketika kabar mengenai beliau tedengar sampai ke Pemerintah China, Pemerintah China kemudian mengirimi beliau parcel untuk memenuhi kebutuhan beliau sebagai rasa terima kasih atas jasa – jasa beliau.
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
Saturday, 13 October 2007 by piterk
Para penggemar film Samurai X pasti atau mungkin
mengingat karakter Shogo Amakusa. Karakter Shogo Amakusa sendiri hanya muncul dalam serial Samurai X dan tidak muncul dalam komiknya. Yang menarik dari karakter ini adalah dia diceritakan sebagai pemimpin kelompok Kristen.
Di Jepang sendiri ada tokoh bernama Amakusa Shiro (perhatikan kata “Amakusa”-nya). Amakusa Shiro adalah pemimpin dari pemberontakan Shimabara. Pemberontakan Shimabara adalah pemberontakan petani di Jepang pada masa Shogun Tokugawa . Pemberontakan Shimabara dilatarbelakangi oleh kesewenang – wenangan penguasa, pajak yang tinggi, kelaparan dan tekanan beragama. Ketika para petani itu tidak sanggup lagi mentoleransi penindasan yang mereka alami, mereka pun mulai memberontak.
Amakusa Shiro pada saat pemberontakan baru berusia 15 tahun. ia memilik semboyan bahwa seluruh manusia adalah makhluk yang sederajat dan merdeka. Ia memimpin sekitar 37000 pasukan dan memulai perjuangannya tanggal 17 Desember 1637. Para pasukannya ini berasal dari Semenanjung Shimabara dan Pulau Amakusa dan kebanyakan dari mereka beragama Kristen. Selain petani, para ronin – ronin (samurai tak bertuan) Kristen yang diperlakukan secara tidak adil oleh pemerintah karena agamanya juga bergabung dengan Shiro Amakusa. Pada awalnya, perjuangan para samurai Kirsten ini sukses. Penguasa daerah tidak mampu melawan para samurai ini, maka sebuah surat dikirimkan kepada Shogun Tokugawa yang waktu itu menjadi penguasa Jepang.
Shogun pun mengirimkan balatentaranya untuk menumpas pemberontakan. Akhir cerita dapat diterka, perjuangan ini akhirnya dapat dihancurkan oleh pasukan shogun. Pada saat – saat terakhir, para samurai Kristen yang terdesak mundur ke Benteng Hara, dimana mereka dikepung oleh pasukan shogun. Untuk melemahkan benteng, pihak shogun meminta bantuan Belanda untuk memborbardir benteng lewat laut, sebelum akhirnya mereka mendobrak benteng.
Ada legenda yang menyertai Shiro Amakusa. Untuk membuktikan kepada para petani bahwa ia orang yang benar, pada suatu ketika ia berdoa sambil menghadap langit dengan mata terpejam. Tiba – tiba datanglah seekor burung gereja dan bertengger di tangannya. Burung gereja itu lalu bertelur di tangannya, Shiro pun mengadahkan kedua telapak tangannya untuk menerima telur itu. Pada saat itu ia menemukan bahwa yang berada ditangannya adalah gambar Tuhan Yesus dan gulungan ayat suci. Si burung gereja mengeluarkan kicauan yang berbunyi “Zuiso” sampai tiga kali lalu terbang. Arti dari “Zuiso” dari sendiri adalah “Siapapun yang percaya kepada Tuhan tidak akan binasa pada saat hari penghakiman”.
Perjuangan Shiro Amakusa dan 37000 pengikutnya tentang kemerdekaan dan kesederajatan antar manusia memang telah berakhir pada saat api membakar seluruh Benteng Hara. Tetapi sampai sekarang, keyakinan ini masih tersimpan dalam hati masyarakat Shimabara dan Amakuza.
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
Thursday, 20 September 2007 by piterk
Pertempuran Laut Jawa (Battle of Java Sea) merupakan upaya terbesar sekutu untuk menghadang serbuan Jepang ke Pulau Jawa di awal Perang Dunia II. Berawal dari tujuan Jepang yang ingin melakukan pendaratan pasukannya ke Pulau Jawa. Operasi ini sendiri merupakan kekalahan total bagi armada laut Sekutu di mana kapal – kapal sekutu banyak ditenggelamkan oleh Jepang dan pendaratan pasukan Jepang tidak terbendung.
Pimpinan armada sekutu adalah Laksamana Doorman yang berasal dari Belanda. Beliau membawahi armada gabungan Amerika, Inggris, Belanda dan Australia. Sedangkan armada jepang di bawah Laksamana Takagi. Banyak faktor yang mendukung kemenangan Jepang pada pertempuran ini. Moral pasukan Jepang di awal Perang Dunia II sedang tinggi – tingginya sedangkan moral pasukan sekutu berada di titik terendah. Persenjataan Jepang juga lebih baik daripada sekutu.
Lagipula dengan adanya armada gabungan itu sendiri sebenarnya melemahkan mereka. Walaupun besar dalam kuantitas tapi tidak dalam kualitas. Bisa dibayangkan jika Laksamana Doorman, yang notabene dari Belanda, memberi perintah pada kapten Amerika, Inggris dan Australia. Tentu perintahnya harus diterjemahkan dulu. Selain itu belum tentu semua kode yang dipakai tiap anggota sama. Hal ini kontras dengan kondisi armada Jepang. Bahasa yang dipakai sama, kode – kodenya pun pasti sama. Kondisi – kondisi ini menjadikan armada Jepang jauh lebih solid daripada lawannya. Laksamana Doorman Sendiri gugur dalam pertempuran. Beberapa minggu setelah pertempuran ini Jepang menguasai Pulau Jawa dan mengakhiri kekuasaan Belanda di Indonesia yang sudah belangsung 3.5 abad.
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
Thursday, 20 September 2007 by piterk
Pada tanggal 7 Desember 1941 (versi Amerika Serikat) atau 8 Desember 1941 (versi Jepang) ada sebuah kejadian luar biasa yang mana akan mengubah wajah peperangan di Eropa dan Asia Timur. Penyerangan Jepang terhadap pusat pangkalan laut Amerika Serikat di Pasifik akan menyeret Amerika Serikat ke Perang Dunia II dan keberpihakannya di pihak Sekutu. Perlu diketahui bahwa Perang Asia Timur dimulai tahun 1937 ketika Jepang menyerbu China. Perang Eropa sendiri terjadi tahun 1939 ketika Jerman menyerang Polandia. Dan sebelum tahun 1941, Amerika berusaha untuk bersikap netral.
Jepang memang berencana menguasai sumber daya yang ada di Asia Tenggara. Akan tetapi, kehadiran armada Amerika di Pasifik sendiri menjadi semacam duri dalam daging akan rencana Jepang tersebut. Satu – satunya cara adalah menyingkirkan kekuatan Amerika tersebut. Selain itu, Laksamana Yamamoto juga bermain untung – untungan. Laksamana Yamamoto beranggapan jika armada Amerika dapat dihancurkan maka ada kemungkinan Amerika akan meminta damai. Tetapi sejarah akan membuktikan bahwa perkiraan beliau salah.
Pada saat hari-H, tanpa diketahui dunia, armada besar Jepang secara diam – diam mendekati Pearl Harbor dan melakukan serangan mendadak di pagi hari. Pihak Jepang sendiri sesungguhnya tidak berencana melakukan serangan mendadak. Sebenarnya ada sebuah pesan pernyataan perang yang dikirimkan ke Amerika. Surat itu diharapkan dibaca oleh pihak Amerika Serikat sesaat sebelum terjadinya penyerbuan. Jadi, dalam rencana Laksamana Yamamoto, Jepang sudah memberikan peringatan kepada Amerika tetapi waktunya dibuat sesingkat mungkin dengan serangan Jepang sehingga Amerika walaupun sudah dapat peringatan tetapi tetap tidak mungkin untuk mempersiapkan diri menghadapi serangan. Hal ini bertujuan untuk membuat Jepang terlihat bersih karena sudah memberikan peringatan selain itu juga agar Jepang tidak mendapat perlawanan berarti karena Amerika sendiri tidak siap.
Ternyata, dalam implementasinya sendiri, pesan itu tidak sampai tepat pada waktunya karena faktor komunikasi. Amerika tidak pernah mendapat peringatan apapun akan serangan itu, yang pada akhirnya menyebabkan Amerika beranggapan bahwa Jepang menyerang secara mendadak.
Di pihak Amerika, ada kesalahan konyol yang dibuat oleh prajuritnya. Amerika memang sudah mewanti – wanti adanya serangan Jepang ke Pearl Harbor dan sudah memasang radar. Ketika hari-H, radar Amerika sendiri sudah menangkap adanya gerombolan besar yang terbang menuju Hawaii. Tetapi para prajurit yang menjaga radar malah menganggap itu adalah segerombolan burung atau entah apalah!!!
Setelah serangan, Jepang menenggelamkan banyak kapal – kapal Amerika. Tetapi tujuan utama Laksamana Yamamoto sendiri tidak tercapai. Tidak ada kapal induk Amerika yang ditenggelamkan. Kemanakah kapal – kapal induk Amerika??? Sebenarnya hari itu seharusnya di Pearl Harbor ada kapal – kapal induk Amerika yang berlabuh di sana. Tetapi dimanakah mereka??? Kapal – kapal induk itu ternyata terlambat sampai ke Pearl Harbor akibat terhalang badai. Laksamana Halsey yang memimpin kapal – kapal iduk itu merasa ngeri dengan pemandangan yag ditemuinya dan sekaligus bersyukur karena mereka tertahan oleh badai. Apa yang terjadi pada mereka seandainya mereka tidak terhalang badai.
Panglima angkatan laut Amerika untuk Pasifik saat itu adalah Laksamana Kimmel. Tetapi setelah serangan, beliau merasa bersalah dan menganggap dirinya lalai dalam mengantisipasi serangan terhadap armada Amerika. Beliau pun segera menurunkan sendiri pangkatnya. Maka kedudukan beliau selanjutnya digantikan oleh Laksamana Nimitz yang nantinya akan menjadi salah satu pahlawan Amerika dalam Perang Dunia II.
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Tuesday, 11 September 2007 by piterk
“Operation August Storm” adalah nama operasi ofensif Uni Sovyet ke Manchuria, China, pada akhir PD II. Operasi ini sendiri hampir tidak pernah terdengar karena Perang Pasifik didominasi oleh pertempuran antara Amerika dan Jepang. Padahal akibat dari operasi ini sendiri adalah pembagian semenanjung Korea menjadi dua yang nantinya mengakibatkan perang korea beberapa tahun sesudahnya.
Latar belakang operasi ini dimulai di Konferensi Yalta. Ketika itu Jerman baru saja menyerah tanpa syarat baik kepada sekutu maupun Uni Sovyet. pada saat itu pihak sekutu melobi Uni Sovyet agar mau membuka front baru di Pasifik dengan tujuan menekan Kekaisaran Jepang agar mau menyerah. Stallin, pemimpin Uni Sovyet, setuju dan akan melakukan serangan terhitung 3 bulan sejak Nazi Jerman menyerah.
Operasi dimulai pada tanggal 8 Agustus 1945 tepat 3 bulan sejak berakhirnya Perang Eropa (8 Mei 1945). Pada saat itu tentara merah Sovyet menyerang pasukan Jepang yang tidak siap menghadapi serangan. Kira – kira seminggu sesudahnya, Kaisar Hirohito mengumukan penyerahan tanpa syarat Jepang. Akan tetapi pasukan merah Sovyet sudah memasuki Manchuria terlalu dalam dan mereka tetap melakukan ekspansi. Bahkan mereka berhasil mencaplok sebagian kepulauan Kuril. Ofensif tentara merah juga berambisi menguasai semenanjung Korea tetapi langkah itu gagal ketika pasukan Amerika mendarat di Incheon tanggal 8 September 45.
Mungkin ada yang bertanya mengapa tentara merah Sovyet dengan mudah mengalahkan Jepang. Kemanakah AD Kwantung yang terkenal itu. AD Kwantung yang ada ternyata telah dipreteli oleh pusat militer Jepang sendiri guna melindungi Jepang dari serbuan tentara sekutu. Oleh karena itu pasukan Sovyet diperlengkapi dengan baik dapat menaklukan pasukan Jepang dengan sedikit perlawanan.
Posted in Uncategorized | 6 Comments »
Thursday, 26 July 2007 by piterk
Setiap hari gue naik bis umum buat bolak – balik rumah kantor. Selama ini gue banyak mendapat pengalaman menarik. Dulu pernah pas gue pulang, gue naik bis umum kelas ekonomi jurusan Senen Cikokol. Waktu itu hujan lebat. Jalan dari Harmoni ke Tomang muaceeet banget. Mana bis dalam keadaan padat, penumpang yang berdiri gencet – gencetan seperti ikan sarden aja. Karena hujan, semua jendela pun tertutup, udara di dalam benar – benar pengap. Bahkan di beberapa bagian ada atap yang bocor pula. Kalo ada yang mo tau gimana rasanya neraka dunia, mungkin keadaan ini bisa dibilang salah satu kondisi neraka dunia
. Pas di perempatan Cideng, mobil dari empat penjuru angin ga ada yang tertib dan saling mo menang sendiri. Ga ada polisi yang atur jalan!!! Sudah beberapa kali lampu hijau tapi bis tidak bisa berjalan karena jalurnya dihadang mobil dari arah yang bersilangan. Kernet turun untuk meneyetop mobil dari arah yang bersilangan tapi mobil tadi ga mo berhenti juga. Akhirnya kernet bis meminta mobil yang memotong jalan bis untuk menyingkir. Akhirnya ribut antara kernet dan supir mobil tadi tak terelakkan lagi. Supir bis turun membantu dan diikuti beberapa penumpang. Akhirnya supir mobil tadi dipaksa untuk memberikan jalan. Sopir mobil malang itu diintimidasi dan akhirnya ia dengan sangat terpaksa mengikuti kemauan para awak bis yang gue naiki. Jalan terbuka, bis tancap gas dan melaju dengan kencang diikuti mobil – mobil di belakangnya. Bagaimana dengan sopir mobil yang dipaksa untuk menyingkir? Naasnya pria malang itu hanya dapat menyumpah serapah saja.
Gue kerja di daerah Pintu Air. Pernah saya untuk pulang ke Serpong ikut bis jurusan Tangerang ke Senen dahulu. Tiba – tiba ada dua orang naik dan berkata “Kami bukan pengamen atau pengemis, daripada kami berbuat jahat lebih baik kami meminta secara baik baik.” Dalam hati gue berkata “Wah, ini mah tukang palak” Ada penumpang yang memberikan ada juga yang tidak. Cuma modal tampang serem aja tapi ga maksa. Mereka berdua turun dan gue ga kena. Untunglah, kata gue. Eh ga berapa lama kemudian, pas bis ngetem di Senen dan penumpang agak sepi, naik lagi satu orang dan mengatakan kalimat yang sama persis dengan kalimat yang dikatakan oleh kedua orang tadi. Nyontek kali yeee atau ada buku panduan pemalak
. Sialnya orang ini tiba – tiba minta sama gue dan maksa. Gue bilang aja tadi gue udah kasih masa sekarang musti ngasih lagi. Di bilang ya kan tadi saya belum. Gue bilang lagi minta aja sama temennya yang naik sebelum dia, masa satu hari gue kena dua kali. Akhirnya si orang tadi pergi juga. Dalam hati gue ketawa aja, ternyata dia termakan tipuan gue
.
Pernah gue pergi agak siang ke kantor. Pas lampu merah di perempatan Harmoni tiba – tiba naik beberapa anak tanggung dan memalak penumpang. Padahal di Harmoni sendiri ada pos polisinya?! Gue pake earphone waktu itu. Ada anak yang malak gue, gue diemin aja. Jujur, gue ga takut sama anak tanggung kaya dia, kalo bapaknya yang malak gue baru lain cerita
. Selama lampu merah dia terus minta. Gue kasian juga dia ngomong gue malah pake earphone lagi, kaya cuekin tuh anak banget. Gue kasih aja Rp 200. Eh langsung pergi. Sial dalam hati gue berkata bukannya dari tadi aja kasih, cuma Rp 200 doang.
Ya itu adalah beberapa pengalaman gue maik bis umum. Untunglah selama ini gue ga pernah bertemu hal – hal yang jelek
.
Posted in Uncategorized | 8 Comments »
Friday, 4 May 2007 by piterk
Saya tinggal di BSD, Serpong, dan berkantor di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Untuk menuju kantor saya selalu melewati Tomang. Setiap hari saya selalu mengalami yang namanya kemacetan. Kemacetan bagi saya sudah seperti breakfast dan dinner saja. Hampir setiap hari kerja saya tidak pernah mengalami sinar matahari di Serpong. Pokoknya pergi pagi, sebelum matahari terbit, dan pulang petang, setelah matahari tenggelam. Dan saya yakin bukan saya saja yang bernasib demikian. Masih banyak orang yang tinggal di pinggiran Jakarta dan bekerja di Jakarta yang mengalami nasib seperti saya.
Saat ini banyak jalan di Ibukota yang telah diperlebar, tetapi mengapa kemacetan tetap terjadi? Jawabannya ada pada jumlah kendaraan. Kemacetan Kota Jakarta jika dianalogikan adalah sebagai berikut, jumlah kendaraan yang beredar bertambah berdasarkan deret hitung tetapi kapasitas jalan bertambah berdasarkan deret ukur. Itulah mengapa dari hari ke hari Jakarta bertambah macet biarpun jalan sudah diperlebar.
Sebaiknya pemda DKI mengadakan pembatasan jumlah kendaraan yang dapat beredar di Jakarta. Jakarta sudah terlalu sumpek dengan kendaraan pribadi. Teapi mengapa orang lebih suka menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum? Karena sarana dan prasarana kendaraan umum di Jakarta masih buruk. Jika saya orang kaya, males banget disuruh berjejalan di bus ekonomi, lebih baik saya bawa mobil saja. Begitu juga dengan kereta. Jika berbicara tentang kereta pasti yang terbayang adalah gerbong yang sesak, lalu lalang pedagan asongan dan penuh dengan tangan – tangan jahil. Pemda DKI harusnya melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan perhubungan di Jakarta. Sehingga nantinya orang merasa nyaman menggunakan kendaraan umum yang akan mengakibatkan pengurangan pemakain kendaraan pribadi.
Posted in Uncategorized | 6 Comments »
Friday, 4 May 2007 by piterk
Beberapa minggu yang lalu saya dan rekan – rekan mengunjungi pameran di sebuah “sekolah plus” di daerah Jakarta Barat. Sekolah tersebut memang “plus” karena para siswanya diajarkan Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris sejak mereka kecil. Bahkan ketika saya mendengar beberapa guru yang bercakap – cakap mereka juga menggunakan Bahasa Inggris. Yang menyedihkan, keadaan ini kontras sekali dengan anak – anak dari golongan bawah maupun pedesaan. Kesempatan mereka belajar minim sekali.
Di Republik Indonesia tercinta ini sepertinya pendidikan hanya bisa dinikmati oleh mereka yang memiliki uang. Mereka yang kaya bisa memberikan pendidikan yang baik bagi anak – anaknya dan menyekolahkan mereka di sekolah terbaik dan universitas terkemuka atau bahkan ke luar negeri. Sementara bagi mereka yang kurang beruntung hanya bisa belajar seadanya. Begitu anak – anak mereka dewasa, kesempatan memperoleh pekerjaan pun menjadi semakin menjadikan perbedaan itu mencolok. Hampir setiap lowongan yang ada di koran maupun internet tertulis “graduated from reputable university” dan “overseas preferable”. Dari sini kita bisa melihat mengapa jurang kemiskinan di Indonesia ini semakin melebar setiap tahunnya.
Omong kosong dengan beasiswa! Tidak semua beasiswa jatuh ke tangan orang yang benar – benar membutuhkan. Seringkali kita menemui yang mendapat beasiswa adalah orang – orang yang mampu. Saya dahulu bersekolah yang muridnya berasal dari golongan ekonomi beragam tapi kebanyakan menengah ke bawah. Saya hanya bersekolah di sekolah tersebut selama setahun saja. Di sana saya mempunyai teman – teman yang berpikiran entah bisa kuliah atau tidak. Pada saat saya pindah ke sekolah yang lebih baik, muridnya lebih berada dan rata – rata teman – teman saya yakin bisa kuliah. Yang menarik disini adalah mungkin kepandaian mereka sama tetapi kesempatan mereka memperoleh pendidikan berbeda karena keadaan ekonomi. Beasiswa menurut saya sama seperti lotre saja. Hanya 1 yang menang dari sekian banyak peserta.
Beberapa waktu lalu saya membaca di tempointeraktif.com sebuah artikel yang berjudul ” Prestasi Olimpiade Sains Int’ Hanya Kamuflase Belaka”. Hal ini sangat tepat menggambarkan kondisi di Indonesia saat ini. Para juara itu hanyalah beberapa anak cerdas tersebut sama sekali tidak dapat mewakili kondisi jutaan anak Indonesia lainnya. Menteri pendidikan tidak boleh berbangga diri dengan kemenangan putra – putri Indonesia karena pada kenyataannya pendidikan di Indonesia adalah salah satu yang terburuk di Wilaya Asia Tenggara. Bila hal ini dibiarkan terjadi maka bukan hal yang mustahil di masa yang akan datang Bangsa Indonesia yang katanya bangsa yang besar hanya jadi buruh di negerinya sendiri! Saya sendiri berpendapat nasib pendidikan di Indonesia bisa dianalogikan adalah seperti orang yang menggali kubur sendiri. Entah kapan tetapi pasti, tinggal tunggu waktu tertimbun tanahnya saja
Posted in Uncategorized | 2 Comments »